Oyikk

Oyikk

Apakah pekerjaanmu ?
Aku menganggap diriku sebagai pekerja seni, aku tidak mengganggap diriku sebagai seniman, karena aku masih punya tanggung jawab memberikan konsep, dan pritilan teknis lainnya ke klien, jadi aku menganggap diriku sebagai pekerja.

Bidang seni nya ?
Audio visual, eee opo yo … video … , kalau orang jaman dulu bilang nya pilem.
Produk nya adalah video, media yang dikonsumsi menggunakan indera pendengaran dan penglihatan.

Produk atau karya yang paling kamu banggakan ?
Ada beberapa .. karena beda treatment , video klip beda treatment nya dengan film.
Kalau untuk video klip , waktu meng edit video klip nya Sheila On 7.
Jadi saat itu menggunakan bahan shoting video celluloid 16 mm bekas, jadi kita ngumpulin beberapa can celluloid 16 mm bekas yang masih bisa dipakai.
Nah ngedit nya pakai Premier …

Adobe Premier ??
Masih jaman Premier aja, belum versi CS ( Creative Suit ) , versi 7.0 kalau nggak salah hehehe, dan masih pakai Windows.

Lanjooot …
Nah untuk film , yang benar – benar aku perjuangkan sampai jadi ya film dokumenter Dhaup Ageng, kalau itu bener – bener udah all Mac bro …

Sebetulnya ada beberapa kalau aku boleh cerita yang memorable buat aku.

Silahkan brother
Ada satu moment nama artisnya mas Herry Firmansyah
, singkat cerita dia “bluesman” yang benar – benar menggantungkan hidupnya sebagai musisi blues, dia minta dibantu dibuatkan video klip, tapi adanya kopi sachet’an 3 bungkus ini sebagai lambang persahabatan dan teman saat editing dan proses syuting …

Serius ???
Iya bro, serius …
Lalu aku bilang OK … dan dia dateng ke studio ku yang dulu dengan membawa 3 sachet kopi instan, aku ada kain hitam di studio, lampu belajar dan 5D nya Canon dan jadi lah.
Kalau tidak salah ingat sekitar tahun 2007 / 2008 an.

SADIS …. , crita lain ?
Video klip Olla Zen – Kosong , hehehe aku dibayar pake hardisk 500 giga ha ha ha ha …, tapi bukan masalah bayarannya, jadi ini ceritanya mereka sudah punya stok shoot , sekedar maen piano dan nyanyi gitu, dan aku diminta “nambahin cerita” , akhirnya aku ambil stok dari mana aja sambil jalan dan hasilnya aku gabungkan sehingga ada cerita, aku ambil gambar seputaran pasar Kotagede , deket rumah he he he

Ha ha ha , anda memang idolak, project terdekat ??
Aku baru menyiapkan sebuah dokumenter lagi, sekelas Dhaup Ageng, tentang salah satu item yang sangat khas dalam budaya dan fashion Jawa … detailnya itu dulu hehehehe

Kenapa pake Mac ?
Gini, kalau menurut pengalamanku, aku selalu menaruh setengah pikiranku di komputer, nah kebetulan Mac ini lebih memberikan personal setting yang cocok buat aku.
Salah satunya aku menggunakan expose ( Om Oyikk masih setia dengan 10.6 Snow Leopard , fitur ini sekarang bernama di Mission Kontrol setelah OSX 10.7 ), aku setting di bagian kiri atas monitor untuk expose semua window, nah pas aku pinjem komputer orang , rasanya akan sangat tidak nyaman, karena setting nya berbeda, kenyamanannya berbeda, bahkan kalau aku analogikan seperti minjem istri orang …

Eee … belum pernah minjem istri orang saya bro, jadi masih sulit membayang kan … ha ha ha
Ahh ya ya ya …
Nah sesimple itu bro, tapi buat aku sangat membantu dalam efisiensi dan kenyamanan proses ku berkarya, melancarkan pekerjaan.
Lalu ada lagi aplikasi gratis di iLife ( iPhoto, iMovie, dsb ) bermodal 5 aplikasi gratis bawaan itu aku sudah bisa menghasilkan banyak karya.

Mac yang dipakai Mac apa ?
Mac ku yang terbaru iMac 21” – 2011 , ini benar – benar jadi power house ku, dan untuk mobile nya sampai sekarang aku masih pakai Macbook Pro 15” 2009 , last gen sebelum pindah ke model – model unibody, Macbook Pro ini kupakai untuk edit RAW file HD masih sangat lancar.
Sampai sekarang aku belum menemukan pesaingnya yang sama – sama 2009 …
Aku masih pakai Final Cut Pro 7 , belum lompat ke Final Cut X
Masalah nya balik lagi ke “nyaman” tadi bro, bisa saja aku pakai Final Cut X, tetapi investasi waktu buat belajar lagi yang aku masih belum ada sekarang.
Bentuk nya itu betul – betul beda, mirip dengan iMovie on steroid , hahaha

Berarti emang benar – benar digunakan ya Mac mu bro ?
Woh , aku bukan pengguna bro, aku pemerkosa alat – alat ha ha ha ha.

Ahaiii

Aku jadi ingat waktu kurang lebih 2011 an ya, kita kerjasama memberikan Workshop untuk Lab AVI – Fisip Atmajaya, dirimu waktu itu memberikan gambaran tentang perbedaan Premier dan Final Cut Pro.
Kamu menggambarkan “ Kerjaan mepet menjelang deathline , proses render … dan hang … harus mulai lagi dari awal, rasanya pingin mencium sesuatu pasti … nah ini sering terjadi di Premier, dan frekuensi di Final Cut relatif sangat jarang … “

Itu memang kejadian nya seperti itu ?
Begini, kalau di duniaku, kalau pakai Final Cut 7, dia punya aturan sendiri, jadi sebelum kerja kita harus mengikuti aturan dia,tujuannya supaya “lancar” , karena semakin dekat dengan deathline itu data akan semakin bertambah dan data – data baru juga akan bertambah, misalkan dari client.
Nah yang aku amati dan rasakan dari aplikasi lain di Windows itu tidak seperti itu , cenderung sebaliknya. Dia telen semua file di awal, tidak ditata baru susah – susah kemudian ha ha ha ha, aku nggak suka banget itu … jadi semakin menjelang deathline, makin banyak file, makin sering juga hang, aku nggak suka itu ….

Aplikasi yang kamu tidak bisa hidup tanpanya …
Final Cut

Sejarah mesin – mesin Mac yang pernah kamu pakai ?
Aku masih menyimpan iMac generasi pertama yang warna – warni itu, lalu aku masih punya juga Power Mac G4. Tapi yang ke inget bener adalah Powerbook G4 12” bro, karena cukup kecil dan praktis, Powerbook itu pernah jadi Mp3 player portable ku, bener – bener aku colokin headphone lalu aku pasang di samping sambil aku tiduran.

Boleh berbagi foto meja kerjamu ?

Clasic keyboard dan trackball mouse ...

Clasic keyboard dan trackball mouse …

Filosofi atau wisdom yang bisa kamu share dalam berkarya bro ?
Berkarya disini maksudmu mengkasilkan sesuatu ? Hmmm … kalau dalam duniaku saat ini bro ( video ) aku percaya bahwa yang terpenting adalah cerita yang bagus .. , luar biasa bagus …
Alat bagus sekedar penunjang saja, bukan segalanya …

Baru – baru ini sekedar iseng aku membuat klip tentang “perjalanan” , aku ikutkan untuk kompetisi yang diadakan salah satu produsen oli ternama di Indonesia, dan berhasil dapat nomor beserta hadiah jalan – jalan ke Bromo, padahal cuma menggunakan Nikon AW 100 dan GoPro HERO 1, serta juara – juara yang lain ada yang pakai drone , kamera – kamera mahal rata – rata.

Nice .. Pertanyaan terakhir , apa yang kamu pikirkan tentang Windows dan Tifatul Sembiring ?
Windows adalah bagian dari masa lalu yang cukup berharga , aku seperti hal nya juga teman – teman yang lain belajar pakai komputer pertama kali adalah komputer dengan OS Windows.
Tifatul Sembiring … eee bapak Vimeo Indonesia …

Oyikk bisa di kepo via :
https://instagram.com/oyikk/
https://www.youtube.com/user/oyiksaja